Senin, 23 Maret 2020

E Learning dalam kegiatan pembelajaran


E Learning dalam kegiatan pembelajaran
Pengertian E-Learning
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).
Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
Karakteristik E-learning
Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.
Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
  3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
Menggunakan media media elektronik computer atau sejenisnya beserta dengan jaringan internet untuk mempermudah komunikasi antara guru dengan murid dalam proses pembelajaran.
Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning material) yang disimpan dalam computer sehingga dapat lebih mudah diakses oleh guru maupun murid dimanapun dan kapanpun.Menggunakan jasa admisintrator sebagai media untuk menyimpan data yang diperoleh dari hasil pembelajaran.

Manfaat E-Learning

·         Pengajar dan pembelajara dapat berkomunikasi secara cepat dan mudah melalui fasilitas internettanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu

·         Peran pembelajar menjadi lebih aktif mempelajari materi pembelajaran,memperoleh ilmu pengetahuan atau informasi secara mandiri tidak mengandalkan pemberian dari pengajar, disesuaikan pula dengan keinginan dan minatnya terhadap materi pembelajaran.

·         Relatif lebih efisien dari segi tempat, waktu, dan biaya. 

Kelebihan dan Kekurangan E-Learning
·         Penggunaan media internet sebagai sarana proses belajar mengajar memiliki beberapa kelebiha. Adapun kelebihan tersebut sebagai berikut:
·         Interaksi yang dilakukan oleh guru maupun murid lebih mudah karena dapat dilakukan kapanpun.
·         Materi yang disampaikan lebih mudah dipahami karena menggunakan fasilitas softwere berupa teks, gambar, audio, video sebagai sarana pembelajaran.
·         Siswa dapat mengakses ulang materi yang telah dibahas kapan pun Karena materi tersebut tersipan pada computer administrator.
·         Siswa dapat mengakses internet bila ia kekurangan bahan terkait dengan materi yang dipelajarinya.
·         Relatif lebih efisien karena dapat dilakukan dimanapun tanpa ada batasan jarak antara guru dan murid.
·         Diskusi antara guru dan murid dapat dilakukan melalui jaringan internet dengan banyak peserta sekaligus, sehingga dapat saling bertukar informasi dan ilmu pengetahuan yang ada.
·         Dapat lebih menarik minat siswa sehingga siswa yang semula pasif menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran.
·         Bahan ajar dan petunjuk pembelajaran yang terstruktur dan terjadwa melalui internet sehingga baik siswa maupun guru dapat menilai sejauh mana bahan ajar tersebut dipelajari.
Selain itu penggunaan media internet untuk sarana belajar mengajar juga memiliki beberpa kekurangan. Adapun keurangan tersebut sebagai berikut:
·         Kurangnya interaksi yang terjadi baik antara guru dengan murid maupun murid dengan murid. hal ini dapat menghambat terbentuknya value dalam proses pembelajaran.
·         Kecenderungan mengabaikan aspek sosial maupun akademik namun mendorong tumbuhnya aspek bisnis.
·         Poses pembelajaran yang terjadi lebih condong pada aspek pelatihan dari pada pembelajaran.
·         Siswa yang kurang motivasi dalam belajar cenderung akan lebih mudah gagal disbanding siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi
·         tidak semua tempat memiliki fasilitas yang memadai. Misalkan saja di daerah terpecil yang belum terjangkau listrik maupun jaringan internet maka proses pembelajaran tidak dapat dilakukan.
·         Tidak semua siswa mampu menguasai computer dengan baik sehingga ketika ada seorang siswa yang kurang menguasai computer maka siswa tersebut akan cenderung gagal.
·         Peran guru yang semula menjadi guru kelas kini di tuntut untuk mengetahui teknik pembelajaran berbasis teknologi informasi.
a.      Media Sosial Untuk Pembelajaran
a.      Media sosial
Secara sederhana media sosial dapat diartikan sebagai situs-situs internet di mana seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain untuk tujuan tertentu. Diberbagai praktek pemanfaatan media sosial, tujuan yang ingin dicapai penggunanya adalah “menuangkan” apa yang ada dalam pikirannya mulai dari hal sederhana sampai dengan hal yang sangat serius. Tidak berbeda dengan pemanfaatan teknologi pada umumnya, media sosial bagaikan sebilah pedang bermata 2 (dua) yang dapat menguntungkan dan juga dapat merugikan. Di satu sisi media sosial sangat powerfull apabila digunakan untuk hal yang tepat seperti berbagi pengalaman berharga, berbagi wawasan, berbagi ilmu pengetahuan atau bahkan hanya berbagi sebuah kalimat motivasi untuk orang lain. Di sisi lain media sosial dapat mencelakakan bukan hanya diri sendiri tapi juga orang lain. Untuk pembelajaran.
b.      Media sosial sebagai sumber belajar
Dalam pembelajaran online (online learning), guru dan siswa dapat menemukan konten digital dalam jumlah hampir tak terbatas yang bersumber dari orang lain di seluruh penjuru dunia. Guru harus dapat mengarahkan salah satu mata pedang berwujud media sosial ini untuk kepentingan pengajaran guru dan pembelajaran siswa. Sedangkan mata pedang lainnya secara bijaksana dijaga agar tidak melukai siswa atau guru itu sendiri. Beberapa hal yang dapat ditemukan melalui media sosial sebagai sebuah sumber belajar yaitu status, bekas (file), tautan (links), pustaka (references), gambar/foto (images), suara (audio), vidio (video), dan animasi (animation).
c.    Media sosial sebagai media interaksi antar siswa dan guru
Dalam teori tentang pembelajaran abad 21 didefinisikan beberapa kecakapan penting yang harus dimiliki siswa dalam berkompetisi dengan sumber daya manusia lain di seluruh dunia. Komunikasi dan kolaborasi adalah dua diantaranya yang memberi bekal bagi siswa agar dapat terjun dalam persaingan tanpa batas yang disebut globalisasi. Latihan yang dapat ditawarkan kepada siswa mengenai dua hal ini adalah pembiasaan berkomunikasi dan berkolaborasi termasuk secara online baik dengan guru sebagai fasilitator juga dengan orang
lain di yang berada dunia maya. Meskipun kita ketahui bahwa jumlah bahan pembelajaran yang disediakan media sosial luar biasa besar, pada kenyataanya hal ini tidak serta merta menentukan keberhasilan siswa dalam memanfaatkan potensi positif dari online learning. Ini tidak jarang terjadi karena peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran seperti ini belum berfungsi secara efektif. Di sinilah seorang guru harus mau menyadari kehadirannya sebagai seorang fasilitator yang harus tahu kapan dan bilamana saat yang tepat untuk memberikan arahan, bimbingan dan penjelasan. Untuk tantangan seperti ini, peran media sosial dapat dimanfaatkan sebagai jembatan komunikasi dan kolaborasi baik antara guru
dengan siswa, guru dengan guru lain serta siswa dengan siswa lain, bahkan dimungkinkan dengan orang lain yang dapat berkontribusi dalam proses pembelajaran. Beberapa layanan media sosial sebagai sarana interaksi baik bagi siswa dan guru adalah messaging, text base chat, audio conferencing dan video conferencing.
d. Kelebihan dan kekurangan dalam pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran. Kelebihan media sosial untuk pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut:
1)      Siswa dapat mengasah kecakapan komunikasi dan kolaborasinya dengan orang lain termasuk dengan penggunaan bahasa yang berbeda dengan orang lain di seluruh dunia.
2)      Siswa lebih berperan aktif dalam pembelajaran
3)      Pembelajaran dapat terjadi tanpa batasan ruang dan waktu
4)      Memberikan sumber daya yang kaya terkait pembelajaran (tidak terbatas pada bahan dari guru) termasuk ide-ide kreatif dari orang lain untuk pengembangan kecakapan siswa dalam berpikir kritis
5)      Menyediakan ruang penyimpanan bahan pembelajaran yang besar dan relatif murah
6)      Memberikan kemudahan bagi guru untuk memantau bahan pembelajaran, umpan balik serta produk pembelajaran karena aktivitas online yang terekam otomatis
7)      Memberikan situasi pembelajaran yang tidak kaku dan tegang bagi siswa
Beberapa kekurangan media sosial untuk pembelajaran adalah sebagai berikut.
1)      Guru harus melakukan kajian khusus tentang penerapan pedagogical content knowledge (PCK) karakteristik lingkungan belajar yang berbeda dengan pembelajaran konvensional.
2)      Guru dituntut memiliki keterampilan pendukung dalam mempersiapkan dan mengendalikan pembelajaran seperti merancang dan membuat konten pembelajaran digital (digital learning content) yang sesuai dengan karakteristik distance learning atau online learning
3)      Dalam situasi tertentu membutuhkan waktu yang lebih panjang dibanding pembelajaran konvensional
4)      Siswa dengan motivasi belajar yang rendah cenderung gagal
5)      Fasilitas internet tidak selalu ada
6)      Belum mendukung sepenuhnya kebutuhan penulisan kalimat dan rumus matematika yang kompleks Kekurangan media sosial untuk pembelajaran yang telah disebutkan di atas
dapat diminimalisir dengan memperhatikan beberapa hal berikut.
a.       Gunakan kalimat dan instruksi yang jelas
b.      Berikan motivasi kepada siswa termasuk pemberian respon positif terhadap umpan balik siswa
c.       Lakukan persiapan yang matang
d.      Hindari kekakuan akibat gaya fasilitasi yang otoriter
e.       Hindari penugasan yang terlalu banyak
f.       Konsultasi kepada guru/ahli TIK
g.      Buatlah panduan teknis pembelajaran online
h.      Berikan keleluasaan kepada siswa untuk berkolaborasi
e.       Social Learning Network (SLN)
SLN sebagai paradigma baru yang tengah berkembang ditengah maraknya penggunaan media sosial dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif pembelajaran secara elektronik. SLN dapat dipahami sebagai sebuah media sosial seperti pada umumnya dengan dilengkapi fitur-fitur yang disesuaikan dalam rangka pembelajaran. Beberapa penyedia SLN menawarkan fitur khusus yang belum tentu dimiliki media sosial lain seperti penugasan (assignment), pemberian kuis (quiz), pemberian penghargaan (badges), dan pengelolaan nilai (result) secara otomatis. SLN memiliki kesederhanaan antar muka (interfaces) seperti media sosial pada umumnya sehingga adaptasi dari media sosial yang umum digunakan dapat cepat dilakukan baik oleh guru maupun siswa. Beberapa contoh SLN yang mulai banyak digunakan adalah quipper school, kelase, edmodo dll.
Media sosial yang dapat digunakan untuk pembelajaran antara lain: facebook, twitter dan google plus. Pada bagian berikutnya akan diulas secara teknis mengenai pemanfaatan dua penyedia media sosial yaitu facebook dan twitter.
b.      Pemanfaatan Facebook Untuk Pembelajaran
Fitur-fitur facebook yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran adalah sebagai berikut.
a.    Facebook Notes
Facebook notes atau notes dapat dimanfaatkan guru untuk menuliskan uraian materi pembelajaran tertentu. Catatan atau materi pembelajaran yang sedikit lebih panjang dibandingkan dengan status sangat cocok dipublikasikan menggunakan notes. Siswa dimungkinkan untuk memberi tanggapan atau umpan balik atas isi Notes dari guru. Notes dilengkapi dengan kemampuan menyisipkan gambar, penulisan judul dan subjudul materi serta kutipan.
2.      Facebook Chat
Facebook chat atau chat memungkinkan guru melakukan komunikasi 2 arah dalam waktu sama dari tempat berbeda (a same time different place) baik berbasis text, audio maupun video. Obrolan seperti ini dimungkinkan terjadi antara 2 (dua) orang atau lebih. Teknologi komunikasi seperti ini juga disebut sebagai sebuah synchronous communication tools. Namun penggunaan chat (khusus berbasis text) juga dimungkinkan pada situasi yang berbeda di mana chat dianggap sebagai alat bantu untuk mengirimkan pesan (messaging). Chat dalam hal ini disebut sebagai asynchronous communication tools. Selain untuk konsultasi siswa juga dapat menggunakannya sebagai media kolaborasi dengan siswa lainnya.
3.      Facebook Group
Facebook group digunakan anggota untuk berkolaborasi dan diskusi. Ini adalah fitur yang memudahkan guru membangun lingkungan belajar karena akun (account) yang telah dimiliki guru langsung dapat digunakan untuk membuat group sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Group yang dibuat oleh guru dapat saja mengacu pada topik-topik tertentu dalam pembelajaran. Privacy group dapat diatur sesuai dengan keinginan guru melalui pengaturan privacy group. Pilihan privacy terdiri dari 3 (tiga) yaitu: umum (public), tertutup (closed) atau rahasia (secret). Dengan pengaturan privacy ke mode public, anggota group dan posting yang terdapat di dalam group dapat ditemukan dan terlihat oleh semua pengguna facebook. Privacy dengan mode closed, menyebabkan group dapat ditemukan namun posting yang terdapat di dalam group tidak dapat terlihat oleh pengguna facebook yang lain kecuali anggota yang telah bergabung di dalamnya. Sedangkan privacy dengan mode secret menyebabkan hanya anggota yang telah bergabung saja yang dapat menemukan dan membaca posting di dalamnya. Khusus mode secret, umumnya pembuat group (dalam hal ini guru) mengirimkan undangan kepada siswa untuk bergabung ke dalam group. Sesaat setelah undangan terkirim, notifikasi undangan dapat terlihat oleh siswa.
4.      Facebook Share
Share adalah suatu fitur yang sangat penting dalam pembelajaran jarak jauh. Semua bahan pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran dapat dipublikasi guru menggunakan fitur ini. Dalam pemahaman umum segala sumber daya yang tersedia di media sosial dapat di bagi (share) kepada siswa baik yang berasal dari guru itu sendiri maupun dari orang lain. Beberapa format materi pembelajaran yang dapat di bagi dalam facebook antara lain : text, links, files, audio, images, video, dan animation.
5.      Facebook Quiz
Guru dapat memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang terintegrasi dengan facebook untuk keperluan pembelajaran. Satu aplikasi yang cukup menarik untuk digunakan yaitu Quiz. Dengan menggunakan aplikasi ini guru dapat menampilkan soal latihan atau ujian online. Quiz terdiri dari 2 kategori yaitu knowledge quiz dan personality quiz. Dengan knowledge quiz guru dapat membuat soal pilihan ganda (multiple choice). Untuk menemukannya manfaatkan fitur pencarian facebook.
c.       Pemanfaatan Twitter Untuk Pembelajaran
Fitur-fitur twitter yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran adalah sebagai
berikut.
a.        Tweet
Dalam bahasa indonesia tweet diterjemahkan sebagai kicauan. Seperti halnya kicauan burung, kicauan dalam twitter memiliki ciri khas pendek dan terjadi dalam frekuensi yang tinggi. Batasan sebuah kicauan dalam tweet adalah 140 karakter. Dalam konteks pembelajaran tweet hanya dapat digunakan untuk menuliskan kalimat-kalimat pendek. Batasan karakter dalam tweet pada kenyataannya tidak membatasi kreatifitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Sebaliknya guru dan siswa dipaksa kreatif membuat kalimat pendek yang merupakan intisari dari suatu fakta, konsep, prinsip dan prosedur dalam pembelajaran matematika. Contoh tweet dalam pembelajaran matematika: #StatistikMath median, modus, mean adalah 3 nilai tendensi sentral yg sering digunakan, #KPKMatematika Tahukah kalian 2520 adalah KPK dari 1 s.d 10.
b.        Retweet
Jika kita mengenal fitur share dalam facebook, serupa dengan itu twitter memiliki fitur dengan fungsi yang serupa yaitu retweet. Retweet dapat digunakan untuk mempublikasikan kembali tweet yang dilontarkan orang lain. Tentu saja orang yang dapat membaca sebuah retweet hanya orang yang sudah menjadi follower dari orang yang melakukan tweet. Misalkan guru menemukan sebuah tweet menarik tentang konsep geometri di suatu twitter wall tertentu. Untuk mengirimkannya kepada siswa-siswa dengan cara retweet tweet konsep geometri tersebut dengan catatan siswa-siswa yang akan menerimanya telah menjadi follower guru.
c.         Follow
Salah satu cara mudah agar siswa dapat menerima semua tweet dari guru adalah menggunakan fitur follow. Untuk itu guru meminta siswa untuk mengikuti (following) twitter guru atau twitter yang dibuat khusus untuk pembelajaran. Dengan demikian siswa yang telah mem-follow guru disebut sebagai follower guru.
d.        Hashtag (#)
Hashtag atau dalam bahasa indonesia tagar adalah salah satu diantara beberapa fitur twitter yang paling fenomenal ditengah maraknya penggunaan media sosial. Bahkan fungsi hashtag sekarangpun mengalami perkembangan terlepas pro kontra yang terjadi akibat fungsi-fungsi “baru” tersebut. Pada mulanya hashtag sudah dikenal dikalangan pengguna MIRC. Secara umum fungsi hashtag adalah untuk mengelompokkan topik-topik atau memberikan sebuah kategori untuk topik tertentu. Contoh membuat kategori topik dengan hashtag: #math kalimat_tweet, #geometry kalimat_tweet. Guru dan siswa dapat menggunakan fitur ini untuk menemukan tweet dengan topik yang sama. Kemudahan pencarian informasi yang berhubungan dengan topik yang dibahas sangat bergantung kepada kemampuan guru dalam memilih hashtag yang tepat.
e.         Mention (@)
Guru dapat menggunakan fitur ini untuk melibatkan orang lain berkenaan dengan suatu tweet yang dipublikasikan. Misalkan guru ingin mengirimkan notifikasi tugas kepada 2 orang siswa, maka guru melakukan mention ini dengan menyertakan 2 nama account siswa yang dimaksud.
f.         List
Fungsi penting dari fitur list dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat daftar seluruh account siswa sehingga untuk memantau umpan balik siswa terhadap suatu tweet dari guru atau suatu topik diskusi cukup dengan membuka daftar tersebut.
KOMUNIKASI DALAM KELAS ONLINE
Salah satu aktivitas dalam pembelajaran online adalah komunikasi. Komunikasi dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Komunikasi terjadi antara fasilitator dengan peserta diklat, antar peserta, peserta dengan penyelenggara. Komunikasi tersebut dilakukan secara synchronous maupun asynchronous. Komunikasi terjadi secara synchronous apabila pihak-pihak yang berkomunikasi melakukan komunikasi pada waktu yang sama dengan lokasi yang sama atau berbeda. Berikut ini beberapa cara menerapkan untuk kelas online
a.        Forum Diksusi
Forum diksusi digunakan untuk komunikasi pembelajaran onlain bersama. Melalui forum  diskusi melakukan komunikasi interaktif antara fasilitator dengan peserta, antar peserta bisa bertukar pikiran, ilmu, pengalaman atau untuk sarana membuat tugas peserta. 4 tipe forum yang digunakan sebagai berikut : 1. Forum tunggal sederhan diskusi, 2. Forum standar, 3. Forum refleksi, 4. Forum tanya jawab.
Untuk peserta mengikuti forum tersebut fasilitator memperhatikan tiper forum yang cocok digunakan kepada peserta didik, sehingga bisa menyesuaikan aktivitasny. Dan menyesuaikan fitur yang ada dalam tiap tipe forum diskusi.
b.      Blog
Blog merupakan salah satu forum untuk diskusi menggunakan model menyampaikan ide, gagasan, pengalaman untuk semua orang dan ditanggapi oleh orang lain. Semua orang dapat mengakses dalam sistem tersebut memanfaatkan fitur blog. Blog Moodle juga dapat terhubung dengan penyedia layanan blog di luar Moodle seperti Wordpress, blogspot, dan lain- lain. sehingga apabila seseorang sudah mempunyai blog di luar Moodle dapat menghubungkan blog tersebut dengan blog Moodle sehingga isi blog di luar Moodle dapat otomatis masuk ke dalam blog Moodle.
Dalam proses pembelajaran ini peserta dapat sebagai sarana pengekspresian dari pengalaman pembelajaran yang telah dialami, melalui blog juga peserta didik dapat menyampaikan permasalahan, masukan, respon terhadap materi yang telah diungah. Dapat juga berfungsi sebagai forum diskusi dalam penyampaian ideya dalam menanggapinya.
c.       Messege
Dalam proses pembelajaran ini berupa messege atau pesan. Model ini digunakan dalam komunikasi dalam menyampaikan informasi tugas atau untuk bentuk percakapan individu, ditunjukan secara individu tertentu tidak dalam bentuk siaran
d.      Chat
Chat merupakan aktivitas yang digunakan melalui percakapan secara real time dengan pengguna lain yang didalam sistem. Dalam pembelajaran chat dapat dimanfaatkan beberapa hal : 1. Percakapan secara langsung antara peserta dan fasilitator seperti konsultasi tugas atau menyampaikan pesan khusus  kepada peserta, 2. Percakapan langsung intens antar fasilitator dan peserta.

Selasa, 17 Maret 2020

E - Learning

E - Learning

Konsep E-Learning
  • e-learning adalah himpunan aplikasi dan proses yang meliputi pembelajaran berbasis web (web based learning), pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), dan kelas virtual /maya(virtual  lassroom) (The American Society for Training and Development )

  • Sebuah teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk dunia maya.
  • E-learning sering pula disebut pembelajaran onlineatau online coursePembelajaran online dalam pelaksanaannya memanfaatkan dukungan jasa teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, seperti komputer, telepon, audio, video, transmisi satelit, dan sebagainya
  • Memunculkan model pembelajaran baru:
    • Computer Based Learning: software, soft copy
    • Web Based Learning
    • Mobile Learning

Karakteristik E-Learning 

  • interactivity
  • independency
  • accessibility
  • enrichment

Tujuan E-Learning

  • Meningkatkan daya serap peserta didik atas materi yang diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif,
  • Meningkatkan kemampuan belajar mandiri
  • Meningkatkan kualitas materi pembelajaran
  • Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.
Manfaat E-Learning
  • Pengajar dan pembelajara dapat berkomunikasi secara cepat dan mudah melalui fasilitas internettanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu
  • Peran pembelajar menjadi lebih aktif mempelajari materi pembelajaran,memperoleh ilmu pengetahuan atau informasi secara mandiri tidak mengandalkan pemberian dari pengajar, disesuaikan pula dengan keinginan dan minatnya terhadap materi pembelajaran.
  • Relatif lebih efisien dari segi tempat, waktu, dan biaya. 
Komponen E-Learning

  • Infrastruktur
    • Peralatan: jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia, dll
  • Sistem dan Aplikasi
    • sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensionalà manajemen kelas, forum diskusi
  • Konten
    • konten dan bahan ajar

Nama : Dedy Ikhza Hafidz 
Nim : 1401418421 (15)